Tampilkan postingan dengan label minyak atsiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minyak atsiri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

Perubahan Sifat Kimia Minyak Atsiri

Minyak atsiri yang kita kenal selama ini, memiliki sifat mudah menguap dan mudah teroksidasi. Hal itulah yang menyebabkan perubahan secara fisika maupun kimia pada minyak atsiriPerubahan sifat kimia minyak atsiri dapat terjadi saat :
1.      Penyimpanan bahan
Penyimpanan bahan sebelum dilakukan pengecilan ukuran bahan mempengaruhi jumlah minyak atsiri, terutama dengan adanya penguapan secara bertahap yang sebagian besar disebabkan oleh udara yang bersuhu cukup tinggi. Oleh karena itu, bahan disimpan pada udara kering bersuhu rendah.

2.      Proses ekstraksi
a.       Proses ekstraksi
Perubahan sifat kimia dapat disebabkan karena suhu ekstraksi terlalu tinggi.
b.      Proses distilasi
Perubahan sifat kimia pada proses ini terutama disebabkan karena adanya air, uap air, dan suhu tinggi.
c.       Proses pengepresan
Perubahan sifat kimia pada proses ini terutama disebabkan karena minyak atsiri berkontak dengan udara
(Yuwono, 1992)
Daftar Pustaka :
Yuwono, L.A. Jayanto, H. 1992. Skripsi : Pemisahan Minyak Atsiri dari Kulit Jeruk. hal 3-18. Surabaya

Keywords :

Baca juga : 



Baca Selengkapnya..

Kerusakan dan Kehilangan Minyak Atsiri beserta Cara Penyimpanan yang Baik

Selama penyimpanan bahan, penguapan minyak atsiri berlangsung lambat dan kehilangan minyak relatif kecil. Kerusakan minyak selama penyimpanan bahan terutama disebabkan oleh proses oksidasi, resinifikasi, dan kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Kehilangan minyak atsiri dari dalam bahan selama proses pelayuan dan pengeringan lebih besar daripada selama penyimpanan bahan dalam keadaan kering. Hal ini disebabkan karena selama proses pelayuan, air beserta minyak yang terdapat dalam sel akan berdifusi ke permukaan bahan dan selanjutnya menguap. Sirkulasi udara yang cepat dan kelembaban udara dalam ruang penyimpanan yang relatif tinggi akan mempercepat penguapan sebagian minyak dan mengakibatkan proses oksidasi karena panas dan oksigen udara.
Pada umumnya bahan yang berupa bunga dan daun tidak tahan disimpan lama, sedangkan bahan yang berupa biji, kulit, akar, dan kayu lebih tahan disimpan lama.
Minyak atsiri yang baru diekstrak (masih segar) biasanya tidak berwarna atau berwarna kekuning-kuningan dan beberapa jenis minyak berwarna kemerah-merahan, hijau, atau biru. Jika minyak dibiarkan lama di udara dan terkena cahaya matahari pada suhu kamar, maka minyak tersebut akan mengabsorpsi oksigen udara sehingga menghasilkan warna minyak yang lebih gelap, bau minyak berubah dari bau wangi alamiah, serta minyak menjadi lebih kental dan akhirnya membentuk sejenis resin.
Minyak atsiri dapat menguap pada suhu kamar dan penguapan semakin besar dengan kenaikan suhu, umumnya larut dalam alkohol dan pelarut organik lainnya, kurang larut dalam alkohol encer yang konsentrasinya kurang dari 70%. Daya larut minyak atsiri akan lebih kecil jika minyak tersebut mengandung fraksi terpena dalam jumlah besar.
Penyimpanan minyak atsiri dalam jumlah kecil, baik dilakukan pada botol yang berwarna gelap dengan tujuan untuk mencegah proses oksidasi, sedangkan penyimpanan minyak dalam jumlah besar dilakukan dalam drum yang dilapisi dengan laquer dengan tujuan untuk menghindari reaksi katalis antara minyak dengan ion logam. Udara yang terdapat pada permukaan minyak di dalam ketel dapat digantikan dengan gas karbon dioksida (CO2) atau gas nitrogen (N2) sehingga proses oksidasi dapat dikurangi selama proses penyimpanan minyak.
Minyak atsiri yang mengandung fraksi aldehida dalam jumlah besar, misalnya minyak lemon dan minyak mawar, jika disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama volumenya akan berkurang karena sebagian menguap. Minyak yang disimpan dalam suhu yang terlalu rendah dalam waktu lama akan menghasilkan endapan berupa lilin.
 (Ketaren, 1985)

Daftar Pustaka :
Ketaren, S. 1985. Minyak Atsiri. hal 4-16, 19, 22-34, 44-. Bogor : IPB

Keyword :
Baca Selengkapnya..

Minyak Atsiri

                  Minyak yang terdapat di alam dibagi menjadi 3 golongan yaitu minyak mineral (mineral      oil), minyak nabati dan hewani yang dapat dimakan (edible fat), dan minyak atsiri (essential oil).
                  Minyak atsiri dikenal juga dengan nama minyak eteris atau minyak terbang (volatile oil) dihasilkan oleh tanaman. Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, mempunyai rasa getir (pungent taste), berbau wangi sesuai dengan tanaman penghasilnya dan umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. Minyak atsiri dalam industri digunakan untuk pembuatan kosmetik, parfum, antiseptik, obat-obatan, flavoring agent dalam bahan pangan atau minuman dan sebagai pencampur rokok kretek.
   Pada umumnya komponen minyak atsiri pada umumnya dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
1.      Hidrokarbon

            Persenyawaan yang terdiri dari golongan ini terbentuk dari unsur hidrogen (H) dan karbon (C). Komponen kimia golongan hidrokarbon yang dominan menentukan bau dan sifat khas dari setiap jenis minyak.Daf

  1. Oxygenated Hydrocarbon (Hidrokarbon Beroksigen)
      Komponen kimia dari golongan persenyawaan ini terbentuk dari unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Komponen kimia dalam kedua persenyawaan ini  berbau wangi khas yang berbeda-beda pada setiap jenis minyak yang berlainan. Selain itu minyak atsiri mengandung resin dan lilin dalam jumlah kecil yang merupakan komponen tidak dapat menguap.
(Ketaren, 1985)
Komponen-komponen tumbuhan yang berbau, yang dapat dipisahkan dari bahan tumbuhan lain dengan penyulingan kukus disebut minyak atsiri (essential oil). Banyak minyak atsiri, seperti minyak dari bunga, digunakan dalam parfum. Kebanyakan minyak atsiri merupakan campuran dari terpena, suatu kelas produk alam dalam tumbuhan maupun hewan. Mana itu berasal dari terpentin yang kaya akan terpena.
 (Fessenden, 1984)
Minyak atsiri merupakan salah satu hasil sisa dari proses metabolisme dalam tanaman yang terbenuk karena reaksi antara berbagai persenyawaan kimia dengan adanya air. Minyak atsiri selain dihasilkan oleh tanaman, dapat juga terbentuk dari hasil degradasi trigliserida oleh enzim atau dapat dibuat dari sintetis.
Komponen-komponen kimia dalam kedua golongan persenyawaan ini berbau wangi khas yang berbeda-beda pada setiap jenis minyak yang berlainan. Disamping itu, minyak atsiri mengandung resin dan lilin dalam jumlah kecil, yang merupakan komponen yang tidak dapat menguap.
 (Ketaren, 1985)
Daftar Pustaka 
Ketaren, S. 1985. Minyak Atsiri. hal 4-16, 19, 22-34, 44-. Bogor : IPB

Keywords :
Baca Selengkapnya..

KIRIM ARTIKEL GRATIS

Selamat Datang Di Catatan Wiesnu Santiana

Bagi teman-teman yang meiliki ide atau aspirasi apa saja dan ingin berbagi dengan teman-teman yang lainnya, saya Wiesnu Santiana mengajak Anda untuk berpartisipasi mencurahkan fikirannya di blog ini. Caranya cukup mudah yaitu silahkan Anda isi Nama dan Email dahulu untuk masuk ke area Pengiriman Artikel kemudian klik tombol MASUK dan kemudian silahkan ikuti langkah selanjutnya di Area Pengiriman Artikel. Terima kasih..!


Hormat Saya
Wiesnu Santiana

Masukan Nama dan Email Anda yang valid pada form di bawah ini:

Nama :


Email :


Masukan Kode :
Security code